Awalan; Melanjutkan Perjalanan dengan Berkunjung ke Pulau Dewata.
Setelah hampir seminggu puas menikmati keindahan alam Labuan Bajo yang tiada tara, kini saya dan Jungkook beralih menuju salah satu pulau yang juga ramai dikunjungi dan terkenal akibat destinasi wisatanya yang berlimpah.
Yap! Pulau Bali.
Sebenarnya, sudah beberapa kali saya datang kesini untuk sekadar berlibur atau bahkan bekerja. Namun, yang membuat heran adalah saya tidak pernah ada rasa bosan saat mengunjungi Bali dengan tempat wisata yang sudah saya datangi beberapa kali. Selalu seperti itu, tidak pernah menyesal dan malah sebaliknya. Bersyukur karena Indonesia masih menyimpan tempat dengan sejuta budayanya yang masih kental. Berbagai pura yang berdiri kokoh, pantai yang tersebar dan membentang luas, peninggalan sejarahnya yang masih tercetak dengan jelas. Semua itu membuat saya tidak sabar untuk mengunjungi Bali sekarang juga.
Jikalau kemarin saya mendatangi tanah Bajo dengan menggunakan pesawat terbang. Kali ini saya akan mengarungi lautan di atas kapal yang membawa kami—Saya dan Jungkook—menuju Pulau Dewata.
Hari terakhir berada di Labuan Bajo kami habiskan untuk mengemasi barang-barang kami yang akan lanjut dibawa menuju Bali. Kami memastikan barang bawaan lengkap tidak ada yang tertinggal karena akan susah untuk kembali kesini jika benar ada yang terlupakan. Lalu setelah heboh dengan koper masing-masing, akhirnya sekitar pukul 15.25 WITA saya beranjak untuk segera menuju Pelabuhan Labuan Bajo dengan menggunakan mobil dari pihak Arunika Travel. Yah, sebenarnya jarak antara hotel dengan pelabuhan tidak terlalu jauh, cukup berjalan kaki selama kurang dari dua puluh menit dan kami akan sampai. Namun, karena saat itu membawa koper yang cukup berat, kami memutuskan untuk dibantu oleh pihak travel yang bersangkutan sekalian pamit dan berterimakasih.
Sesampainya di pelabuhan, yang menyambut saya pertama kali adalah angin laut yang menyejukkan. Bahkan, sekarang pun saya sudah rindu dengan bagaimana angin laut itu membelai lembut kulit kasar saya dan bagaimana aroma pantai menyapu indera penciuman saya. Membayangkannya saja sudah seperti ingin terus berada di Labuan Bajo dan enggan beranjak. Namun, tidak bisa karena hidup terus berjalan dan saya akan kembali melanjutkan perjalanan.
| Pelabuhan Labuan Bajo. |
Beberapa kapal, baik kapal kecil, sedang dan besar terparkir rapi di dermaga menunggu penumpang untuk segera ditunggangi. Saat saya selesai mengurus tiket dan berpamitan, kapal yang akan saya tumpangi—KM Binaiya—belum datang dari jalur pelayarannya. Karena tidak ada pilihan lain, kami menunggu disana selama hampir kurang lebih 20 menit. Sepertinya dewi keberuntungan tengah berpihak kepada saya karena saya tidak harus menunggu kapal tiba dalam beberapa jam (saya pernah jengkel kepada kapal yang datang terlambat alhasil saya menunggu selama satu jam lamanya). KM Binaiya sukses datang di Pelabuhan tepat waktu sesuai jadwal yaitu pukul 16.00 dan kami segera masuk ke dalam sana, menuju kelas 2 kapal untuk merebahkan diri menunggu kapal sampai di Pelabuhan Benoa.
Tidak ada hal penting yang saya lakukan di kapal selain memanjakan tubuh dan makan juga sesekali pergi ke kamar mandi. Perjalanan memakan waktu selama enam jam lamanya dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Benoa itu sendiri. Maka kami sampai di dermaga Pelabuhan Benoa pada saat malam hari. Disaat beribu-ribu orang sudah asik terlelap dalam mimpi, Saya dan Jungkook harus sibuk dengan koper beserta tas ransel yang sangat berat.
Pelabuhan Benoa pada saat itu sangatlah gelap (jelas iya karena sudah malam) dan barang bawaan saya berat sekali sehingga saya tidak dapat memotret apapun disana, sedikit kecewa dan menyesalinya sekarang. Pada saat itu Jungkook sudah seperti seseorang yang habis melakukan perlombaan lari karena tenaganya benar-benar berkurang pesat.
Kami dijemput oleh travel yang dipesan oleh pihak Artistik Indonesia bernama Mandala Travel dengan mobil untuk segera beranjak menuju hotel yang terdapat di Denpasar. Suasana Bali yang ramah dengan wisatawan mampu membuat saya tersenyum seketika ketika kembali memijakkan kaki di Pulau Seribu Pura ini.
Ada sedikit kendala di perjalanan menuju hotel karena tiba-tiba saja Jungkook meminta sopir untuk mampir melewati Patung Titi Banda yang letaknya melebihi lokasi hotel. Jungkook bersikeras untuk memotretnya pada malam hari agar perjalanannya terasa lebih sempurna. Tentu saja dengan senang hati sopir menuruti keinginannya. Awalnya saya sedikit jengkel dikarenakan badan sudah sangat lengket akibat keringat perjalanan tadi. Namun, kini saya serasa ingin berterimakasih pada Jungkook karena dapat mengambil foto Patung Titi Banda megah pada malam hari yang dikelilingi oleh berbagai lampu penerang berwarna-warni.
| Patung Titi Banda. |
Setelah beres dengan urusan patung, akhirnya kami sampai juga di hotel yang juga dipesan oleh pihak Artistik Indonesia selama saya mengitari Denpasar dan pusat kota Bali. Untuk beberapa hari ini saya menginap di Ibis Styles Bali Denpasar hotel sebelum nanti berpindah tempat ke, eits! Rahasia agar kalian menjadi penasaran dan mengikuti perjalanan kami ini.
Sebagaimana saya mewanti-wanti kalian untuk melepaskan beban sejenak ketika membaca perjalanan saya bersama Jungkook di Labuan Bajo, saya akan mengingatkan kalian sedemikian rupa saat saya memposting blog perjalanan menyelusuri Bali yang kaya.
Tunggu kami—Saya dan Jungkook—menjelajahi berbagai tempat di Bali yang mungkin sudah kalian tahu atau bahkan tidak terdengar sama sekali. Saya bisa menjamin perjalanan kali ini tidak akan membosankan seperti sebelum-sebelumnya, akan membuat kalian terjun langsung ke lapangan dan menyaksikan pertunjukan.
Sekali lagi saya ucapkan selamat liburan dan...
Selamat datang di Pulau Bali.
Taehyung Biantara, Bali.
Komentar
Posting Komentar